Aplikasi Maqasid Dalam Persoalan Kontemporari - 6 Sep 2023 - Ustaz Dr Badrul Fata

  




6 Sep 2023

Topic: Aplikasi Maqasid Dalam Persoalan Kontemporari 
Day/Date: Wednesday, 6 Sep 2023
Time: 10:00pm - 1:00pm
Platform: Zoom (Online)
Ustaz Dr Badrul Fata


Maslahah Mursalah

Soalan Kursus:

1. Maslahah terbahagi kepada tiga: daruriyyah, hajiyyah dan tahsiniyyah.

Jelaskan tiga maslahah tersebut berserta contohnya.

daruriyyah: maslahah yang sangat asas dan sangat penting yang perlu terus dipelihara demi kestabilan hidup di dunia dan akhirat (daruriyyah: syariat menjual beli). hajiyyah: maslahah yang beri kemudahan dan keluasan dalam kehidupan dan jika tidak dipenuhi, akan membawa kepada kesulitan dalam kehidupan. (hajiyyah: syariat rukhsah dalam keadaan sulit). tahsiniyyah: maslahah yang memberi kesempurnaan dan keindahanan dalam kehidupan. (tahsiniyyah: menjaga adab makan dan minum).


2. Manakah yang perlu diutamakan oleh seorang Muslim sekiranya dia terpaksa harus memilih antara menunaikan perkara yang wajib yang berkaitan dengan maslahah tahsiniyyah dengan sesuatu yang sunnah yang berkaitan dengan maslahah daruriyyah?

Berikan contoh. 

asas pemilihan harus dinilai pada maslahah dan bukan pada hukum taklif. dalam keadaan ini, maslahah daruriyyah perlu dikedepankan dari maslahah tahsiniyyah. ini seperti isu memakai tudung/ menutup aurat ketika berubat bagi menjaga keselamatan nyawa.


3. Menurut Syeikh Ibnu Bayyah, larangan terbahagi kepada dua: larangan wasilah dan larangan maqasid.

Berikan contoh bagi jenis-jenis larangan tersebut.

larangan wasilah: larangan ke atas wanita untuk menampakkan aurat (larangan bagi menutup jalan supaya tidak membawa kepada larangan yang lain - dibenarkan sekiranya ada maslahah hajiyyah). larangan maqasid: larangan memakan bangkai atau khinzir (larangan yang ditujukan kepada perkara secara langsung).


Pengertian Maslahah Mursalah

Maslahah Mursalah merupakan istilah yang terdiri dari dua kata, yakni Maslahah dan Mursalah. Maslahah merupakan istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti sesuatu yang mendatangkan kebaikan. Sedangkan, istilah mursalah berasal dari bahasa Arab yang berarti terlepas atau bebas.

Tak ada dalil secara khusus tapi kita ambil kerana ia selari dengan maqasid syariah.

Example from Ustaz Dr Badrul Fata:

Zaman Nabi - pengumpulan al-Quran

Sistem ARS - diwajibkan kursus ke atas Asatizah


Covid - diwajibkan check temperature sebelum masuk mall


Example from us, banyak salah:

Rumah: joint-tenancy, salah, ni rukhsah / aqad 

Commercial Insurance, salah, ni rukhsah

Faraidh, salah, ni rukhsah

Covid: solat pakai mask, nikah, salah, ni rukhsah



Maslahah Mursalah dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni sebagai berikut:

1. Maslahah al-Mu'tabarah

Maslahah al-Mu'tabarah adalah maslahah yang terdapat kesaksian syara' dalam mengakui keberadaannya. Jumhur ulama sepakat menyatakan, al-Maslahah ini merupakan landasan hukum. Contohnya seperti dalam kasus peminum khamr, hukuman atas orang yang meminum minuman keras (arak dan semisalnya) dalam hadis Nabi dipahami secara berlainan oleh para ulama fiqh, disebabkan perbedaan alat pemukul yang digunakan oleh Rasulullah SAW.

2. Maslahah al-Mulghah

Maslahah al-Mulghah adalah Maslahah yang terdapat kesaksian syara' yang membatalkannya. Maslahah bentuk kedua ini adalah bathil, dalam arti tidak dapat dijadikan sebagai landasan hukum karena ia bertentangan dengan nash.

Contohnya, Syara’ menentukan bahwa orang yang melakukan hubungan seksual di siang hari bulan ramadan dikenakan hukuman dengan memerdekakan budak, atau puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang fakir miskin (H.R. Bukhari dan Muslim).

Terkait dengan kasus ini al-Laits Ibnu Sa’ad langsung menetapkan dengan hukuman berupa puasa dua bulan berturut-turut bagi seorang penguasa yang melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadhan. Dalam kasus ini, para ulama memandang putusan hukum yang diberikan oleh al-Laits tadi bertentangan dengan Hadits Rasullah di atas, karena bentuk-bentuk hukum itu menurut mereka harus diterapkan secara berurutan.

Oleh sebab itu ulama ushul al-fiqh memandang mendahulukan puasa dua bulan berturut-turut daripada memerdekakan seorang budak dengan dalil kemaslahatan hukum, merupakan kemaslahatan yang bertentangan dengan kehendak syarak, sehingga dengan sendirinya putusan itu menjadi batal. Kemaslahatan semacam ini, menurut kesepakatan mereka disebut Maslahah al Mulghah dan tidak bisa dijadikan sebagai landasan dalam memproduksi hukum.

3. Maslahah yang tidak terdapat kesaksian syara'

Maslahah bentuk ketiga ini kemudian dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Maslahah Al-Gharibah, yaitu maslahah yang sama sekali tidak terdapat kesaksian syara' terhadapnya, baik yang mengakui maupun yang menolaknya dalam bentuk macam atau jenis tindakan syara'.

b. Maslahah Al-Mula'imah, yaitu maslahah yang meskipun tidak terdapat nash tertentu yang mengakuinya, tetapi ia sesuai dengan tujuan syara' dalam lingkup umum.


Comments

Popular posts from this blog

Sharia In Context - 12 May 2022 - Ustaz Alfian Kuchit